Misteri Kematian Mary Reeser



Marry Reaser lahir pada tahun 1881 sebagai seorang gadis biasa. Saat tumbuh menjadi dewasa pun tak ada kejanggalan dalam hidupnya. Namun menjelang kematiannya sesuatu yang janggal mulai terjadi. Marry di temukan tewas pada tahun 1951 dengan kondisi seluruh tubuh nyaris terbakar sepenuhnya dan hanya menyisakan kaki kirinya. Anehnya kaki kiri Marry sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda luka bakar. Kasus ini pun menjadi bahan perdebatan hingga kini dan masuk sebagai kategori TOP SECRET FBI.



Di duga, Mary meninggal akibat Spontaneous Human Combustion (Pembakaran Manusia Spontan).
SHC sendiri adalah sebuah fenomena paranormal di mana orang hidup tiba-tiba terbakar menjadi kobaran api tanpa alasan yang jelas. Pennsylvania telah memiliki tiga pribumi yang telah menjadi korban fenomena aneh ini. Selain Mary Reeser, yakni  Dr. John Irving Bentley (di rumahnya di Coudersport) dan Anna Martin (di rumahnya di Philadelphia) adalah korban SHC.


Mary Hardy Reeser lahir pada tahun 1884 di Lancaster County, Columbia. Dia kemudian menikah dengan Dr. Richard Reeser , punya seorang putra, yang juga bernama Richard, dan setelah kematian suaminya, ia pindah ke Florida agar lebih dekat dengan anaknya.



Misteri kematian Mary Reeser yang terjadi pada 2 juli 1951, dimulai saat Mary Reeser ditemukan hampir seluruh badannya hangus dilahap api di rumahnya di Florida. Polisi menemukan sisa-sisa tubuh Mary di kursi ayun ketika insiden itu terjadi. Tapi anehnya, meski seluruh tubuhnya terbakar menjadi abu, kaki kirinya mulus tanpa cacat sedikitpun dan bahkan masih mengenakan sandal. Tentu ini sangat mustahil.


Hanya sudut ruangan di mana Mary duduk yang menunjukkan tanda-tanda kebakaran. Dan Mereka yang memeriksanya melihat tengkorak Mary yang telah menyusut ke ukuran bisbol oleh panas yang luar biasa intens.


Sepertinya api hanya menyasar tubuh Mary Reseer saja. Karena ruangan di sekitarnya tempat dia ditemukan, sama sekali tidak terbakar. Padahal diperkirakan suhu api begitu tinggi sama dengan kremasi mayat, dan harusnya menyambar ke seluruh ruangan bukan hanya tubuh wanita itu.

Dari semua kasus SHC, kasus Maria mungkin adalah kasus paling terkenal. Kasusnya adalah yang pertama yang benar-benar mendapatkan perhatian media. Selain polisi setempat dan pemeriksa medis, FBI dan banyak orang lain telah dipanggil untuk membantu penyelidikan, forensik modern pun ikut ambil bagian dalam kasus itu, tapi tidak bisa memecahkan kenapa bisa terjadi demikian.

“Saya merasa sulit percaya hal ini. Tubuh manusia yang terbakar dengan suhu tinggi, bisa menyisakan kaki yang mulus tak terbakar sedikitpun. Apa sebenarnya yang terjadi pada malam 1 Juli 1951 itu? Ini sungguh suatu misteri. Seharusnya seluruh ruangan ini hangus terbakar. Ini adalah hal paling luar biasa yang pernah saya lihat. Rambutnya pendek dengan wajah seperti orang ketakutan amat sangat. Saya merasa seperti tinggal di abad pertengahan, di mana orang banyak bicara tentang sihir dan black magic,” ungkap Profesor Krogman dari University of Pennsylvania’s School of Medicine . Ia mengaku tak mampu menjelaskan misteri ini.

Polisi setempat tidak pernah menutup kasus kematian Mary meskipun pihak FBI mengklaim bahwa kematian Mary karena dia tertidur kemungkinan sambil merokok, dan ia membakar dirinya.

Jika mary saja mati dalam keadaan menjadi abu maka seharusnya kerusakan harus lebih parah terjadi ke apartemen dan bangunannya, namun kerusakan itu sangat terbatas. Untuk membakarnya menjadi abu, ia harus membakar selama tiga sampai empat jam pada suhu sekitar 3.000 derajat Fahrenheit. Faktor Itu saja seharusnya menghasilkan lebih banyak kerusakan. Sejujurnya, kebenaran dari apa yang terjadi pada Mary Reeser malam itu tidak akan pernah memiliki akhir yang memuaskan. Kebanyakan teori dapat didukung oleh bukti-bukti yang ada di situs, tapi bukti cenderung berkontradiksi dengan dirinya sendiri.

Satu kebenaran yang kita tahu pasti bahwa Mary dimakamkan di Chestnut Hill Cemetery , di luar Mechanicsburg.

Teori Tentang SHC

Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan penyebab peristiwa aneh ini. Teori-teori ini pada awalnya diajukan dengan melihat pola yang ada pada para korban. Salah satu teori yang terkenal adalah "wick effect atau "efek sumbu".


Ketika tidak sadar pakaian atau rambut korban mungkin terbakar oleh rokok atau hal lainnya, lalu memacu reaksi sumbu yang membakar bagian berlemak (Perlu dicatat bahwa lemak mudah terbakar)


Setelah beberapa jam lemak terbakar dan tetap menjaga pakaiannya sebagai sumbu yang terbakar. Efek ini seperti efek lilin yang tetap menjaga sumbunya tidak cepat terbakar habis.
 
Setelah bagian lemak dan sumbu atau dalam konteks ini "pakaian" telah terbakar habis maka api akan berhenti dengan sendirinya (masih seperti efek lilin yang padam ketika sumbunya habis terbakar) dan menyisakan tubuh yang terbakar menjadi abu. Tentunya tubuh yang kemungkinan tidak terbakar adalah bagian kaki dan tangan karena tidak memiliki sumbu (pakaian) untuk dibakar.


0 Response to "Misteri Kematian Mary Reeser"

Post a Comment